Turin - Juventus memang baru satu kali menelan kekalahan di musim ini, namun performa "Si Zebra" pun dinilai jauh dari memuaskan. Inilah momen-momen menegangkan buat sang pelatih, Claudio Ranieri.
Belakangan ini pria berusia 57 tahun itu mulai dikutak-katik kedudukannya sebagai allenatore Juventus. Banyak media massa setempat menyebutkan ia tidak memuaskan para petinggi "Si Nyonya Tua".
Statistik pertandingan yang telah dilakoni Alessandro del Piero dkk di awal musim ini adalah tolok ukurnya. Dari enam partai di Seri A, jumlah kemenangan yang mampu mereka dulang hanya dua, sedangkan hasil seri malah lebih banyak, yakni tiga kali.
Dari tiga pertandingan terakhirnya, berturut-turut Juventus tak mampu menang, termasuk pertengahan pekan lalu melawan tim gurem dari Belarusia, BATE Borisov, di kancah Liga Champions.
Pertandingan tadi malam, Minggu (5/10/2008), memberi kekalahan pertama buat Juventini. Di kandang sendiri, publik Stadio Olimpico Grande Torino menyaksikan tim kesayangannya menderita kekalahan 1-2 dari Palermo.
Dijebol lebih dulu oleh Fabrizio Miccoli di menit 24, Del Piero sempat menyamakan skor di menit 39. Namun, sejak Momo Sissoko di-espulso di menit 41, Juve pun bermain dengan 10 pemain. Di 10 menit terakhir pertandingan Palermo mencetak gol kemenangannya lewat kaki Levan Mchedlidze.
"Ini momen yang sulit," aku Ranieri tentang kondisi tim dan dirinya saat ini. "Tapi kami ingin terus berjuang dan melakukan apa saja yang dibutuhkan. Anak-anak sudah melakukan apa yang mereka mampu."
Periode yang sulit itu juga disebutkan presiden klub, Giovanni Coboli Gigli. Namun ia mengatakan bahwa pihaknya tidak berencana memecat Ranieri, sebagaimana diisukan bahwa beberapa "sesepuh" menginginkan Ciro Ferrara mengambil alih tempat Ranieri.
"Kami tak punya keraguan pada pelatih (Ranieri). Ini memang momen yang sulit, tapi Anda kami menyaksikan bahwa kami akan segera bangkit. Kami harus kompak dan dekat dengan Ranieri. Skuad ini masih sangat valid dengan kualitas luar biasa," tutur Coboli Gigli.
"Saya membantah keras jika ada yang bilang klub ini punya masalah dengan Ranieri. Susah untuk menjawab apakah tim ini memiliki banyak isu. Yang jelas, secara pribadi saya tak sanggup meladeni 25 orang yang berbeda."
Ranieri punya cukup banyak waktu untuk mengembalikan moral timnya, sekaligus kepercayaan Coboli Gigli. Setelah kompetisi lokal jeda untuk agenda internasional, berikutnya Juve akan menghadapi Real Madrid di Liga Champions.
Bryan Tarore
Monday, October 6, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment