Monday, October 6, 2008

Juve Kehilangan Tiga Poin Di Turin

Dengan sepuluh pemain, Si Nyonya Tua tidak mampu mempertahankan hasil imbang. Gol Levan Mchedlidze mengantarkan Palermo unggul 2-1 atas Juventus.


Juventus yang telah melewati tiga permainan imbang tengah mengalami permasalah cedera serius. Mereka tampil tanpa diperkuat oleh Andrade, Zanetti, Zebina, Trezeguet, Legrottaglie, dan Iaquinta. Giorgio Chiellini juga tidak dipasang di lini belakang dan posisinya diambil alih oleh Dario Knezevic. Claudio Ranieri memasang Sebastian Giovinco tepat di belakang Alessandro Del Piero dan Amauri, sementara Gianluigi Buffon sudah pulih dan siap berdiri dibawah mistar.

Sementara Palermo tidak diperkuat oleh tiga pemain mereka: Budan, Fontana, dan Succi. Fabrizio Miccoli berada di depan bersama dengan Edison Cavani, dan diharapkan mampu melanjutkan penampilan manisnya melawan klub lamanya.

Babak Pertama

Juventus mengawali pertandingan dengan tekanan tatkala Del Piero melakukan tendangan bebas pisang yang langsung mengarah kepada Marco Amelia. Giovinco juga mencicipi asyiknya menyerang meski kemudian berhasil dihalau oleh Moris Carrozzieri, sementara heading Zdenek Grygera hasil umpan pojok masih terlalu melebar dan melewati gawang.

Usaha Palermo dimulai saat pertandingan berlangsung pada menit ke-15, Fabio Simplicio melesakkan tendangan setengah voli dari jarak 25 yards yang langsung melambung di atas gawang. Teror kembali muncul saat Mattia Cassani melakukan terobosan dari arah kanan, berhasil menembus pertahanan Juventus di jarak enam yards. Untung lini belakang Juve masih terkunci rapat. Usaha pun berakhir sia-sia.

Kerja sama Giovinco dan Amauri juga terlihat membahayakan dari sayap kiri, umpan Giovinco terlalu lemah disundul oleh Amauri.

Claudio Ranieri terkejut saat Palermo membungkam pemain Juventus pada menit ke-23. Tendangan bebas yang langsung diolah oleh Cavani berhasil diselamatkan oleh Buffon, namun Miccoli beraksi cepat dengan menggunakan bola liar tersebut. Palermo menmimpin sementara. 1-0.

Miccoli hampir saja membuat kejutan kedua setelah berhasil melewati Knezevic. Sayangnya, tendangan voli dari pemain tersebut melebar meski sudah berada pada posisi tepat. Usaha tersebut menjadi usah aterakhir Miccoli lantaran ia mengalami cedera dan langsung digantikan oleh Giulio Migliaccio.

Juventus sejauh ini belum melakukan serangan membahayakan. Tendangan bebas Giovinco masih mengarah tepat ke tubuh Amelia. Keadaan bertambah buruk lantaran Olof Mellberg, pada menit ke-33 mengalami cedera, dan Hasan Salihamidzic harus masuk menggantikan posisinya.

The Bianconeri berhasil menyamakan kedudukan tepat pada menit ke-38 melalui tendangan khas Del Piero melalui tendangan bebas. Tendangan pisang itu berhasil mengecoh kiper Amelia. Kedudukan berubah, 1-1.

Semangat Juve yang sedang naik tiba-tiba harus dikejutkan lantaran Momo Sissoko melakukan tackling keras. Pemain yang sudah mendapat kartu kuning sebelumnya ini harus rela keluar lapangan, meninggalkan sepuluh temannya berjuang menahan laju serang Palermo. .

Peluit wasit berbunyi tanda babak pertama berakhir.

Babak Kedua

Palermo langsung memulai babak kedua dengan melakukan serangan. Adalah Antonio Nocerino mencoba melakukan ujian kepada Buffon dengan tendangan jarak jauhnya. Cesare Bovo juga melakukan usaha yang sama melalui tendangan bebas. Buffon masih terlalu disiplin menjaga gawang.

Giovinco melakukan terobosan solo, memberikan hadiah tendangan bebas buat Juventus dari jarak 25 yard. Sayang Del Piero tida bisa mengulang kembali kisah suksesnya pada babak pertama. Bola terlalu jauh dari jarak gawang Palermo.

Menit ke-59, pemain Palermo Bresciano mengalami cedera dan langsung digantikan olej Mchedlidze.

Claudio Ranieri menyadari bahwa Juve butuh kreativitas dan suplai bola dari lini tengah. Karenanya, ia mengorbankan Poulsen dan memasukkan Mauro Camoranesi. Sayang, belum banyak perubahan terjadi dikubu Juventus.

Menit ke-75 minutes, Palermo kembali membangun serangan, meski Cavani sudah terjebak offside

Melihat serangan Palermo, Ranieri membuat perubahan pemain dengan memainkan Nedved guna menggantikan Giovinco, yang pada pertandingan tersebut bermain cukup baik. Tidak lama semenjak pergantian, Palermo kembali memimpin pertandingan. Pemain pengganti Mchedlidze berhasil dengan mudah merobek jala Buffon. Kedudukan berubah menjadi 2-1 untuk tim tamu.

Juve terus mendesak, meski waktu lebih cepat berlalu. Hasil tersebut bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Susunan Pemain:
Juventus: Buffon, Grygera, Mellberg (Salihamidzic 33), Knezevic, De Ceglie, Marchisio, Poulsen (Camoranesi 64), Sissoko, Giovinco (Nedved 79), Amauri, Del Piero

Palermo: Amelia, Cassani, Carrozzieri, Bovo, Balzaretti, Nocerino (Tedesco 78), Liverani, Simplicio, Bresciano (Mchedlidze 59), Cavani, Miccoli (Migliaccio 29)

Gol: Fabrizio Micoli (Palermo, 24'), Alessandro Del Piero (Juventus, 38'), Levan Mchedlidze (Palermo, 81').

Bryan Tarore

Ranieri: Kami Tidak Beruntung

Pelatih Juventus Claudio Ranieri merasa timnya kurang beruntung sehingga kalah 2-1 dari Palermo. Nasib Ranieri sebagai pelatih terancam dengan hasil mengecewakan ini.


Ada kabar yang beredar di Italia, jika Juve tak bisa mengalahkan Palermo hari ini maka Claudio Ranieri akan dipecat.

Spekulasi ini dipastikan akan semakin gencar setelah Juventus ditumbangkan Palermo 2-1 di Stadio Olimpico lewat gol-gol dari Fabrizio Miccoli dan Levan Mchedlidze.

Alessandro Del Piero mencetak satu-satunya gol Bianconeri yang tampil mengecewakan sepanjang pertandingan, ditambah lagi dengan kartu merah yang diterima Momo Sissoko sebelum turun minum.

"Kalah dikandang tak bisa dipungkiri memang menyakitkan, terutama setelah tiga kali imbang," kata Ranieri.

"Kami ingin menang, anak-anak berusaha semaksimal mungkin tapi Palermo bisa mencetak gol dari satu-satunya peluang mereka di babak kedua.

"Bermain dengan sepuluh orang jelas lebih sulit, tapi di babak kedua walaupun kalah jumlah kami bermain lebih baik dari Rosanero, dan kami hanya terhukum lewat serangan balik.

"Laga ini pada umumnya satu arah. Mereka berhasil mencetak gol terlebih dulu lewat permainan yang cukup baik, kemudian mereka bertahan dengan baik."

Juventus kini melorot ke posisi 11 klasemen sementara Serie A dan petinggi-petinggi Juve mungkin saat ini sedang mendiskusikan nasib sang pelatih.


Bryan Tarore

Sunday, October 5, 2008

Buffon: Ayo Dukung Ranieri!

Gigi Buffon berpendapat skuad dan manajemen Juventus kini wajib mensolidkan barisan untuk laga berikutnya dan mengesampingkan masalah internal.

Juventus kini sedang dihantam masalah karena minimnya kesuksesan diraih dalam tiga laga terakhir. Semua itu merupakan imbas dari banyaknya kabar tidak sedap yang beredar di lingkungan internal klub.

Rumor yang ada antara lain bakal segera dipecatnya Claudio Ranieri dari posisi pelatih. Selain itu spekulasi yang beredar di kalangan media adalah sedang terjadi perselisihan di internal Juve antara pemain dengan jajaran staff kepelatihan.

Semua kabar itulah yang membuat Buffon terusik untuk memberikan saran untuk tim. Menurutnya hal seperti tidak sepatutnya menganggu kerja tim secara keseluruhan mengingat tujuan semuanya adalah satu, yaitu memetik kemenangan.

"Kami harus kembali ke jalur kemenangan secepatnya," ungkap Buffon kepada Tuttosport.

"Bisa mendapat poin saat melawan Palermo merupakan hal yang penting, pertama kami butuh kemenangan dan kemudian kami bisa duduk bersama dan berbicara mengenai berbagai masalah yang mempengaruhi performa kami saat ini," tandasnya.


Bryan Tarore

Lippi: Conte Pantas Untuk Juve

Kabar segera didepaknya Claudio Ranieri sampai juga ke telinga Marcelo Lippi. Bila memang terjadi, mantan pelatih Juventus itu menjagokan Antonio Conte sebagai arsitek berikutnya.


Ranieri dikabarkan Tuttosport terancam akan segera kehilangan posisinya. Pertimbangannya, ia dianggap gagal menukangi Juve dengan hasil di tiga laga terakhir Il Bianconeri sebagai acuannya.

Meski belum pasti, banyak pihak yang sudah memunculkan kandidatnya masing-masing. Khusus untuk Lippi, ia menunjuk mantan gelandang Juve Antonio Conte sebagai pengganti Ranieri.

"Dia adalah Juventus man," terangnya kepada Tuttosport.

"Saya sangat berharap ia akan menangani tim karena bisa membawahi klub seperti Juve adalah luar biasa. Ia sempat menjadi kapten di sana dan ia kerap mengibarkan bendera kejayaan Juve di banyak musim kompetisi."

Lippi bukannya tanpa alasan menjagokan Conte sebagai penerus kerja Ranieri. Menurutnya, mantan pemain asuhannya itu memiliki kriteria sebagai pelatih handal.

"Dia adalah salah satu pemain penting ketika saya berada di sana dan kami mencatat kesuksesan bersama. Apa yang sudah dicapainya adalah bentuk kualitasnya dan ia menularkan kepada semua pemainnya. Ia memiliki mental positif di lapangan dan ia memiliki rencana besar sebagai pelatih profesional," promo Lippi.

Bagaimana, Juve?



Bryan Tarore

Saturday, September 27, 2008

Semangat Sampdoria Redam Juventus

Sampdoria berhasil menahan gempuran Juventus untuk membungkus hasil imbang dalam lanjutan laga Serie A pekan ini. Banyak peluang, namun sayangnya tidak ada gol yang tercipta.
Meski mendapat sejumlah peluang bagus, baik tuan rumah Sampdoria maupun Juventus gagal menciptakan gol ke gawang lawan.
Kedua tim memperoleh peluang melalui tendangan bebas pada awal pertandingan. Setelah tendangan bebas tuan rumah yang melebar, Juve memperoleh kesempatan melalui kaki sang kapten, Alessandro del Piero. Tendangan bebas terjadi ketika bek Daniele Gastaldello mengganjal Cristian Molinaro di luar kotak penalti. Antonio Mirante mampu menghalau eksekusi Del Piero, bola muntah yang disambar Pavel Nedved melebar.
Sepanjang babak pertama, Juventus kesulitan mengembangkan permainan karena pelatih Sampdoria Walter Mazzarri menempatkan lima pemain di lini tengahnya. Strategi ini berhasil menekan pertahanan Juve.
Juventus mencoba mengatasinya dengan melancarkan serangan balik, namun mereka tak punya cukup kecepatan untuk melakukannya. Malahan, Juve beruntung ketika sundulan Marius Stankevicius, yang berada dalam posisi bebas, melebar dari gawang Alex Manninger.
Kedua tim tidak melakukan pergantian saat babak kedua dimulai. Alur pertandingan yang berjalan menarik dengan permainan disiplin dari kedua tim pada babak pertama tidak jauh berkurang.
Namun, lambat laun tempo berkurang. Kedua tim mulai berhati-hati dalam melakukan penyerangan. Kedudukan tanpa gol pun bertahan hingga usai, karena Samp dan Juve gagal memanfaatkan beberapa peluang yang mereka dapatkan.
Hasil ini tidak sepadang dengan performa kedua tim yang seharusnya masing-masing bisa menciptakan paling tidak satu dua gol.(goal)

Susunan pemain:
Sampdoria Mirante; Luchini / Bottinelli, Gastaldello, Accardi; Stankevicius, Sammarco, Palombo / Dessena, Franchescini, Pieri; Delvecchio; Cassano.
Juventus Manninger; Grygera, Mellberg, Chiellini, Molinaro; Sissoko, Poulsen, Camoranesi, Nedved; Amauri, Del Piero / Iaquinta.


Bryan Tarore

Juventus Tak Butuh Cassano

Giovanni Cobolli Gigli tidak menutup pintu bagi Antonio Cassano, tapi Juventus juga memiliki beberapa pemain berbakat di tim junior.

Giovanni Cobolli Gigli, presiden Juventus, secara tegas mengatatakan Bianconeri tidak butuh Antonio Cassano.

"Kami memiliki beberapa pemain berbakat di tim junior. Mereka semua akan menjadikan kami juara," ujar Cobolli Gigli.

Meski demikian Cobolli Giggli tidak bisa meragukan kualitas Cassano. Ia menyebunya pemain sangat berbakat, dan klub mana pun -- termasuk Juventus -- tidak mungkin menutup pintu untuknya.

"Kami tidak menutup pintu untuk Cassano, tapi juga harus fokus pada pembinaan pemain junior," lanjutnya.

Juventus, masih menurut Cobolli Gigli, harus mengikuti kebijakan yang telah dicanangkan.(goal)



Bryan Tarore

Thursday, September 25, 2008

Del Piero: Kami Menguasai Pertandingan

Kapten Juventus Alessandro Del Piero kecewa timnya hanya bisa bermain imbang 1-1 dengan Catania karena menurutnya timnya menguasai penuh laga itu.

Juventus unggul duluan di babak pertama melalui gol Carvalho Amauri di Turin, tapi pada akhirnya mereka harus puas berbagi angka 1-1 setelah Catania menyamakan kedudukan melalui Gianvito Plasmati di babak kedua.

Kapten Juve Alessandro Del Piero merasa timnya bermain lebih baik dari sang lawan tapi pada kenyataannya membuang begitu saja tiga poin penuh.

"Kami menguasai pertandingan terlalu cepat," kata juara Piala Dunia itu. "Lalu kami menunggu hasil 1-1 baru bereaksi, membuat banyak peluang bagus di 20 menit terakhir."

Segala upaya serangan di lakukan skuad Claudio Ranieri di penghujung pertandingan, namun mereka tetap tak mampu membongkar pertahanan Catania yang disiplin.

"Begitu besar keinginan dan upaya untuk menang di sini, Anda bisa melihatnya dalam setiap laga dan kami harus terus menjaganya," kata Del Piero sedikit pahit.

Lalu, Del Piero juga berkomentar soal buruknya kondisi lapangan yang sama sekali tidak mendukung pertandingan semalam. "Tahun lalu lapangan kami sangat bagus. Tapi kali ini sangat jelek."

Laga berikut The Old Lady harus berkunjung ke Stadio Marassi menghadapi Sampdoria. Untuk membayar hasil mengecewakan melawan Catania, Juve harus mampu mengatasi Antonio Cassano dkk.

Bryan Tarore

Del Piero: Kami Menguasai Pertandingan

Kapten Juventus Alessandro Del Piero kecewa timnya hanya bisa bermain imbang 1-1 dengan Catania karena menurutnya timnya menguasai penuh laga itu.

Wednesday, September 24, 2008

Ranieri: Juve Seperti Kena Kutukan

Pelatih Juventus, Claudio Ranieri tak kuasa menahan rasa kecewanya, setelah di kandang sendiri mereka ditahan Catania 1-1. Hasil itu membuat Juve gagal membayangi Inter di puncak klasemen.Yang membuat dia merasa lebih terpukul, Juventus bermain begitu menekan dan banyak menciptakan peluang. Tapi, hanya satu gol yang bisa tercipta lewat kaki Amauri, kemudian disamakan oleh Gianvito Plasmati. Dia pun merasa seolah Juventus sedang dikutuk, hingga sulit memenangkan pertandingan.
"Di babak kedua, kami melakukan segala hal untuk mencetak gol. Tapi, bola sepertinya tidak mau masuk gawang. Ini sangat menyedihkan," keluh Ranieri.
"Kami membuang begitu banyak peluang. Tapi, inilah sepakbola. Suatu hari, kami bisa menang hanya dengan memiliki dua peluang. Kami akan melakukan pertandingan lebih baik setelah ini," tekadnya.
Gol Plasmati juga berbau keberuntungan. Dia mampu memanfaatkan celah antara Nicola Legrottaglie dan Giorgio Chielini. Dia memanfaatkan bola yang lepas dari kaki Chielini.
"Kami kemasukan gol karena kasus yang absurd, saat Chielini berusaha membuang bola tapi justru arahnya salah. Kami seperti bermain di pasir. Ini hasil yang buruk di saat kami menguasai permainan," keluh Ranieri lagi.
"Harus diakui, Catania juga bermain dengan baik. Mereka bekerja keras untuk meladeni kami. Jika tak bisa membawa bola lebih variatif, kami tak bisa membongkar pertahanan mereka," jelasnya.
Pada pertandingan itu, Ranieri memasang Sebastian Giovinco. Dia menempati posisi yang biasa dimainkan Pavel Nedved. Dia bermain bagus dan mencetak assist buat gol Amauri.
"Kami menurunkan Giovinco karena kami mengharapkan dia bermain seperti keinginannya. Dia banyak membuat peluang dan permainannya memuaskan," puji Ranieri.



Bryan Tarore

Del Piero Haus Kemenangan

TURIN - Alessandro Del Piero jelas kecewa skuadnya ditahan Catania 1-1 di Stadion Olimpico, Kamis (25/9/2008). Menurutnya, Juventus telah cukup berhasil mengendalikan pertandingan.
Meski demikian, kapten Juve itu merasa masih beruntung dengan hasil seri tersebut.
"Kami terlalu cepat mengontrol pertandingan. Kami pun menunggu hasil 1-1 untuk membalas. Saya telah mencoba menciptakan peluang 20 menit terakhir," sesal Del Piero seperti dilansir Goal, Kamis (25/9/2008).
"Kami sangat haus kemenangan. Anda pasti tahu itu, dan kami akan terus begitu," tambahnya.
Akhirnya, Del Piero pun ikut menyalahkan kondisi lapangan yang tidak bersahabat. "Kondisi lapangan ini sangat fantastis musim lalu. Sedangkan yang sekarang, jelek," kilahnya.
Saat ini Juventus sedang dalam perjalanan ke Stadion Marassi. Bianconeri akan dijamu striker Sampdoria Antonio Cassano dkk, akhir pekan ini.


Bryan Tarore