Pelatih Juventus, Claudio Ranieri tak kuasa menahan rasa kecewanya, setelah di kandang sendiri mereka ditahan Catania 1-1. Hasil itu membuat Juve gagal membayangi Inter di puncak klasemen.Yang membuat dia merasa lebih terpukul, Juventus bermain begitu menekan dan banyak menciptakan peluang. Tapi, hanya satu gol yang bisa tercipta lewat kaki Amauri, kemudian disamakan oleh Gianvito Plasmati. Dia pun merasa seolah Juventus sedang dikutuk, hingga sulit memenangkan pertandingan.
"Di babak kedua, kami melakukan segala hal untuk mencetak gol. Tapi, bola sepertinya tidak mau masuk gawang. Ini sangat menyedihkan," keluh Ranieri.
"Kami membuang begitu banyak peluang. Tapi, inilah sepakbola. Suatu hari, kami bisa menang hanya dengan memiliki dua peluang. Kami akan melakukan pertandingan lebih baik setelah ini," tekadnya.
Gol Plasmati juga berbau keberuntungan. Dia mampu memanfaatkan celah antara Nicola Legrottaglie dan Giorgio Chielini. Dia memanfaatkan bola yang lepas dari kaki Chielini.
"Kami kemasukan gol karena kasus yang absurd, saat Chielini berusaha membuang bola tapi justru arahnya salah. Kami seperti bermain di pasir. Ini hasil yang buruk di saat kami menguasai permainan," keluh Ranieri lagi.
"Harus diakui, Catania juga bermain dengan baik. Mereka bekerja keras untuk meladeni kami. Jika tak bisa membawa bola lebih variatif, kami tak bisa membongkar pertahanan mereka," jelasnya.
Pada pertandingan itu, Ranieri memasang Sebastian Giovinco. Dia menempati posisi yang biasa dimainkan Pavel Nedved. Dia bermain bagus dan mencetak assist buat gol Amauri.
"Kami menurunkan Giovinco karena kami mengharapkan dia bermain seperti keinginannya. Dia banyak membuat peluang dan permainannya memuaskan," puji Ranieri.
Bryan Tarore
Wednesday, September 24, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment