Thursday, October 9, 2008

Giovinco Selangkah Lagi Perpanjang Kontrak

Menurut kabar yang dilansir La Gazzetta dello Sport, bintang muda Juventus Sebastian Giovinco sudah setuju untuk memperpanjang kontraknya yang mana penandatangannya akan dilakukan setelah jeda internasional.

Giovinco saat ini disebut-sebut sebagai salah satu pemain muda terbaik yang dimiliki Italia setelah tampil memukau dalam beberapa penampilannya.

Musim lalu, Giovinco dipinjamkan ke Empoli dan bermain gemilang sehingga Juve memutuskan untuk memanggilnya kembali di musim ini.

Setelah di awal musim lebih sering dicadangkan, Giovinco belakangan ini mulai mendapat kesempatan untuk bermain sebagai starter. Ternyata Giovinco membayar kepercayaan itu dengan tampil memukau.

Karenanya Juve ingin segera memberikan kontrak baru kepada Giovinco. Apalagi Arsenal diketahui tertarik untuk menggunakan tenaga Giovinco.

Sayangnya negosiasi perpanjangan kontrak menemui jalan terjal karena Giovinco diketahui meminta kenaikan gaji dan Juve enggan memberikan gaji terlalu besar.

Negosiasi saat ini masih berlangsung dan menurut La Gazzetta dello Sport, Giovinco akan meneken perpanjangan kontrak pekan depan setelah selesai membela Italia U-21.

Nantinya Giovinco akan meneken kontrak hingga tahun 2013 dengan bayaran satu juta euro per musimnya.




Bryan Tarore

Moggi Kritik Juve

Turin - Aktor utama skandal calciopoli Juventus, Luciano Moggi, ikut bersuara melihat krisis yang dialami mantan klubnya itu. Ia mengkritik kebijakan transfer Bianconeri.

Seperti diklaim kalangan media Eropa, Juventus dinilai sedang krisis saat ini. Rujukannya adalah hasil pertandingan dalam beberapa laga terakhir.

Catat saja, dalam empat laga terakhir, Juve hanya mampu mengoleksi tiga angka. Bahkan saat menjamu Palermo akhir pekan lalu, Alessandro del Piero dipaksa menahan malu usai takluk 2-1. Imbas dari semua ini, posisi Claudio Ranieri jadi terancam, walaupun banyak dukungan masih mengalir untuk allenatore Juve itu.

Terkait dengan kondisi tersebut, Luciano Moggi tak ketinggalan untuk menyampaikan pendapatnya. Secara umum, ia mengkritik kebijakan transfer yang menjadi alasan utama keterpurukan Juve saat ini.

"Tim ini akan menjalani musim kompetisi yang bagus bila memanfaatkan potensi mereka. Mereka harusnya menahan Adrian Mutu dan tidak mendatangkan Amauri, pemain yang tidak dibutuhkan Juve," ucapnya kepada Libero.

"Mereka bisa lebih menghemat pengeluaran, agar bisa mendatangkan bek yang bagus, terutama gelandang yang bisa mengatur tempo agar bisa mencegah Mauro Camoranesi bermain di luar porsinya."

"Bila mereka melakukannya, mereka akan mendapat skuad yang kompetitif, tapi malahan terlibat dalam jual beli pemain yang cukup aneh," tandasnya.

Adapun Juve sudah mendatangkan delapan pemain sejauh ini, untuk menambal tujuh pemain yang hengkang ke klub lain. Dari delapan pemain tersebut, ada empat yang memiliki nama cukup mentereng, yaitu Amauri, Olaf Mellberg, Sebastian Giovinco dan Cristian Poulsen. Empat pemain lainnya adalah Albin Ekdal, Claudio Marchisio, Paolo de Ceglie dan Dario Knezevic.



Bryan Tarore

Juventus Gelar Rapat Darurat

Hasil yang diperoleh Juventus dalam beberapa pertandingan terakhir, menyiratkan krisis sedang terjadi di kubu Biamconerri. Sang pelatih, Claudio Ranieri, pun menjadi sasaran tembak. Tekanan untuknya datang bertubi-tubi, dari Juventini, serta dari media Italia. Santer terdengar kalau ia akan segera didongkel dari posisinya tersebut.

Manajemen Juventus pun melakukan rapat darurat di tempat latihan tim, Vinovo, pada Rabu (8/10) pagi waktu setempat. Dalam rapat tersebut, hadir CEO Juventus, Jean-Claude Blanc, Chairman Giovanni Cobolli Gigli, Direktur Olahraga Alessio Secco, dan para pemain.

Untuk sementara, Ranieri boleh bernafas lega. Sebab manajemen tim masih menaruh kepercayaan padanya. “Ranieri dipilih untuk memimpin tim ini dalam proyek jangka panjang. Hal ini masih berlaku. Kami akan duduk bersama dengannya serta seluruh pendukungnya, untuk menganalisa situasi dan berusaha mencari solusi terbaik,” papar Cobolli Gigli seperti dikutip Channel 4.

Sebelumnya, Secco dan Blanc yang datang lebih awal di kompleks latihan Juventus, telah melakukan pembicaraan sekitar 45 menit dengan Ranieri dan para pemain yang tidak sedang dalam persiapan timnas negaranya masing-masing. Namun ada sedikit fakta menarik saat keduanya melakukan pembicaraan dengan para pemain. Yakni dua pemain senior Juventus, Alessandro Del Piero dan Pavel Nedved, memberi sinyal kalau mereka menginginkan pelatih baru.


Bryan Tarore

Monday, October 6, 2008

Ranieri Bakal Hebatkan Juve

Meski gagal membawa Juventus kembali ke performa terbaiknya, Claudio Ranieri masih mendapat dukungan presiden Giovanni Cobolli Gigli.


Juve menunjukkan performa yang jauh menurun bila dibandingkan pada awal musim atau tahun lalu. Bahkan pada empat laga terakhir, Bianconeri hanya bisa membukukan tiga angka.

Malahan pada laga melawan Palermo di Olympico, Turin kemarin, Juve takluk dengan skor 2-1. Kekalahan itu secara otomatis makin memanaskan spekulasi Ranieri bakal didepak dalam waktu dekat.

Walau kalangan media dan fans sudah mendesaknya untuk lengser, manajemen Juve sepertinya lebih memilih bersikap sebaliknya. Ranieri masih mendapat dukungan untuk meneruskan tugasnya di Juve, setidaknya dari presiden klub Cobolli Gigli.

"Juventus percaya kepada tim dan pelatih," bukanya kepada Tuttosport.

"Seluruh anggota tim telah menunjukkan mereka akan keluar dari masalah ini. Ini juga bukan kesalahan Ranieri bagaimanapun jalan ceritanya. Kita juga harus tidak lupa, Ranieri membawa kami ke Liga Champions."

"Bulan September adalah bulan yang cukup sulit bagi kami dan tidak mengarah ke jalan yang kami harapkan. Namun, tidak ada pembelaan atas semua ini. Saya yakin Ranieri dan jajaran staffnya akan bisa membawa Juventus kembali hebat," papar Gigli.(goal)



Bryan Tarore

Madrid Tentukan Nasib Ranieri

Menurut harian Tuttosport, posisi Claudio Ranieri sebagai pelatih Juventus akan ditentukan saat menghadapi Real Madrid, meski presiden Giovanni Cobolli Gigli menyatakan posisi Ranieri aman. Kegagalan Juventus untuk meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir membuat posisi mantan pelatih Parma itu terancam.

Meski Gigli telah menyatakan kursi pelatih La Vecchia Signora akan tetap aman setidaknya hingga akhir musim, namun dua partai Liga Champions mendatang dikabarkan akan menjadi penentuan nasib Ranieri.

Napoli, Torino, dan Roma akan menjadi lawan berikut yang menanti Juventus, tetapi dua laga menghadapi Real Madrid tampaknya menjadi pertaruhan posisi Ranieri.

Gianluca Vialli, Ciro Ferrara, Frank Rikjaard, dan Roberto Donadoni diunggulkan untuk menjadi pelatih baru Juventus.

Untungnya, sejarah tampaknya memihak pada Ranieri. Bianconeri hanya pernah mengganti pelatih selama satu kali saat musim sedang berjalan, itu pun Marcello Lippi yang berinisiatif untuk mengundurkan diri dan bukan dipecat pada musim 1998/99.

Ranieri harus segera menemukan cara mengasah lini depan Juventus, yang hanya mencatat skor 1-0 sebagai keunggulan terbesar mereka musim ini, jika ingin bertahan di Turin.





Bryan Tarore

Ranieri Tensi Tinggi

Turin - Juventus memang baru satu kali menelan kekalahan di musim ini, namun performa "Si Zebra" pun dinilai jauh dari memuaskan. Inilah momen-momen menegangkan buat sang pelatih, Claudio Ranieri.

Belakangan ini pria berusia 57 tahun itu mulai dikutak-katik kedudukannya sebagai allenatore Juventus. Banyak media massa setempat menyebutkan ia tidak memuaskan para petinggi "Si Nyonya Tua".

Statistik pertandingan yang telah dilakoni Alessandro del Piero dkk di awal musim ini adalah tolok ukurnya. Dari enam partai di Seri A, jumlah kemenangan yang mampu mereka dulang hanya dua, sedangkan hasil seri malah lebih banyak, yakni tiga kali.

Dari tiga pertandingan terakhirnya, berturut-turut Juventus tak mampu menang, termasuk pertengahan pekan lalu melawan tim gurem dari Belarusia, BATE Borisov, di kancah Liga Champions.

Pertandingan tadi malam, Minggu (5/10/2008), memberi kekalahan pertama buat Juventini. Di kandang sendiri, publik Stadio Olimpico Grande Torino menyaksikan tim kesayangannya menderita kekalahan 1-2 dari Palermo.

Dijebol lebih dulu oleh Fabrizio Miccoli di menit 24, Del Piero sempat menyamakan skor di menit 39. Namun, sejak Momo Sissoko di-espulso di menit 41, Juve pun bermain dengan 10 pemain. Di 10 menit terakhir pertandingan Palermo mencetak gol kemenangannya lewat kaki Levan Mchedlidze.

"Ini momen yang sulit," aku Ranieri tentang kondisi tim dan dirinya saat ini. "Tapi kami ingin terus berjuang dan melakukan apa saja yang dibutuhkan. Anak-anak sudah melakukan apa yang mereka mampu."

Periode yang sulit itu juga disebutkan presiden klub, Giovanni Coboli Gigli. Namun ia mengatakan bahwa pihaknya tidak berencana memecat Ranieri, sebagaimana diisukan bahwa beberapa "sesepuh" menginginkan Ciro Ferrara mengambil alih tempat Ranieri.

"Kami tak punya keraguan pada pelatih (Ranieri). Ini memang momen yang sulit, tapi Anda kami menyaksikan bahwa kami akan segera bangkit. Kami harus kompak dan dekat dengan Ranieri. Skuad ini masih sangat valid dengan kualitas luar biasa," tutur Coboli Gigli.

"Saya membantah keras jika ada yang bilang klub ini punya masalah dengan Ranieri. Susah untuk menjawab apakah tim ini memiliki banyak isu. Yang jelas, secara pribadi saya tak sanggup meladeni 25 orang yang berbeda."

Ranieri punya cukup banyak waktu untuk mengembalikan moral timnya, sekaligus kepercayaan Coboli Gigli. Setelah kompetisi lokal jeda untuk agenda internasional, berikutnya Juve akan menghadapi Real Madrid di Liga Champions.


Bryan Tarore

Juve Kehilangan Tiga Poin Di Turin

Dengan sepuluh pemain, Si Nyonya Tua tidak mampu mempertahankan hasil imbang. Gol Levan Mchedlidze mengantarkan Palermo unggul 2-1 atas Juventus.


Juventus yang telah melewati tiga permainan imbang tengah mengalami permasalah cedera serius. Mereka tampil tanpa diperkuat oleh Andrade, Zanetti, Zebina, Trezeguet, Legrottaglie, dan Iaquinta. Giorgio Chiellini juga tidak dipasang di lini belakang dan posisinya diambil alih oleh Dario Knezevic. Claudio Ranieri memasang Sebastian Giovinco tepat di belakang Alessandro Del Piero dan Amauri, sementara Gianluigi Buffon sudah pulih dan siap berdiri dibawah mistar.

Sementara Palermo tidak diperkuat oleh tiga pemain mereka: Budan, Fontana, dan Succi. Fabrizio Miccoli berada di depan bersama dengan Edison Cavani, dan diharapkan mampu melanjutkan penampilan manisnya melawan klub lamanya.

Babak Pertama

Juventus mengawali pertandingan dengan tekanan tatkala Del Piero melakukan tendangan bebas pisang yang langsung mengarah kepada Marco Amelia. Giovinco juga mencicipi asyiknya menyerang meski kemudian berhasil dihalau oleh Moris Carrozzieri, sementara heading Zdenek Grygera hasil umpan pojok masih terlalu melebar dan melewati gawang.

Usaha Palermo dimulai saat pertandingan berlangsung pada menit ke-15, Fabio Simplicio melesakkan tendangan setengah voli dari jarak 25 yards yang langsung melambung di atas gawang. Teror kembali muncul saat Mattia Cassani melakukan terobosan dari arah kanan, berhasil menembus pertahanan Juventus di jarak enam yards. Untung lini belakang Juve masih terkunci rapat. Usaha pun berakhir sia-sia.

Kerja sama Giovinco dan Amauri juga terlihat membahayakan dari sayap kiri, umpan Giovinco terlalu lemah disundul oleh Amauri.

Claudio Ranieri terkejut saat Palermo membungkam pemain Juventus pada menit ke-23. Tendangan bebas yang langsung diolah oleh Cavani berhasil diselamatkan oleh Buffon, namun Miccoli beraksi cepat dengan menggunakan bola liar tersebut. Palermo menmimpin sementara. 1-0.

Miccoli hampir saja membuat kejutan kedua setelah berhasil melewati Knezevic. Sayangnya, tendangan voli dari pemain tersebut melebar meski sudah berada pada posisi tepat. Usaha tersebut menjadi usah aterakhir Miccoli lantaran ia mengalami cedera dan langsung digantikan oleh Giulio Migliaccio.

Juventus sejauh ini belum melakukan serangan membahayakan. Tendangan bebas Giovinco masih mengarah tepat ke tubuh Amelia. Keadaan bertambah buruk lantaran Olof Mellberg, pada menit ke-33 mengalami cedera, dan Hasan Salihamidzic harus masuk menggantikan posisinya.

The Bianconeri berhasil menyamakan kedudukan tepat pada menit ke-38 melalui tendangan khas Del Piero melalui tendangan bebas. Tendangan pisang itu berhasil mengecoh kiper Amelia. Kedudukan berubah, 1-1.

Semangat Juve yang sedang naik tiba-tiba harus dikejutkan lantaran Momo Sissoko melakukan tackling keras. Pemain yang sudah mendapat kartu kuning sebelumnya ini harus rela keluar lapangan, meninggalkan sepuluh temannya berjuang menahan laju serang Palermo. .

Peluit wasit berbunyi tanda babak pertama berakhir.

Babak Kedua

Palermo langsung memulai babak kedua dengan melakukan serangan. Adalah Antonio Nocerino mencoba melakukan ujian kepada Buffon dengan tendangan jarak jauhnya. Cesare Bovo juga melakukan usaha yang sama melalui tendangan bebas. Buffon masih terlalu disiplin menjaga gawang.

Giovinco melakukan terobosan solo, memberikan hadiah tendangan bebas buat Juventus dari jarak 25 yard. Sayang Del Piero tida bisa mengulang kembali kisah suksesnya pada babak pertama. Bola terlalu jauh dari jarak gawang Palermo.

Menit ke-59, pemain Palermo Bresciano mengalami cedera dan langsung digantikan olej Mchedlidze.

Claudio Ranieri menyadari bahwa Juve butuh kreativitas dan suplai bola dari lini tengah. Karenanya, ia mengorbankan Poulsen dan memasukkan Mauro Camoranesi. Sayang, belum banyak perubahan terjadi dikubu Juventus.

Menit ke-75 minutes, Palermo kembali membangun serangan, meski Cavani sudah terjebak offside

Melihat serangan Palermo, Ranieri membuat perubahan pemain dengan memainkan Nedved guna menggantikan Giovinco, yang pada pertandingan tersebut bermain cukup baik. Tidak lama semenjak pergantian, Palermo kembali memimpin pertandingan. Pemain pengganti Mchedlidze berhasil dengan mudah merobek jala Buffon. Kedudukan berubah menjadi 2-1 untuk tim tamu.

Juve terus mendesak, meski waktu lebih cepat berlalu. Hasil tersebut bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Susunan Pemain:
Juventus: Buffon, Grygera, Mellberg (Salihamidzic 33), Knezevic, De Ceglie, Marchisio, Poulsen (Camoranesi 64), Sissoko, Giovinco (Nedved 79), Amauri, Del Piero

Palermo: Amelia, Cassani, Carrozzieri, Bovo, Balzaretti, Nocerino (Tedesco 78), Liverani, Simplicio, Bresciano (Mchedlidze 59), Cavani, Miccoli (Migliaccio 29)

Gol: Fabrizio Micoli (Palermo, 24'), Alessandro Del Piero (Juventus, 38'), Levan Mchedlidze (Palermo, 81').

Bryan Tarore

Ranieri: Kami Tidak Beruntung

Pelatih Juventus Claudio Ranieri merasa timnya kurang beruntung sehingga kalah 2-1 dari Palermo. Nasib Ranieri sebagai pelatih terancam dengan hasil mengecewakan ini.


Ada kabar yang beredar di Italia, jika Juve tak bisa mengalahkan Palermo hari ini maka Claudio Ranieri akan dipecat.

Spekulasi ini dipastikan akan semakin gencar setelah Juventus ditumbangkan Palermo 2-1 di Stadio Olimpico lewat gol-gol dari Fabrizio Miccoli dan Levan Mchedlidze.

Alessandro Del Piero mencetak satu-satunya gol Bianconeri yang tampil mengecewakan sepanjang pertandingan, ditambah lagi dengan kartu merah yang diterima Momo Sissoko sebelum turun minum.

"Kalah dikandang tak bisa dipungkiri memang menyakitkan, terutama setelah tiga kali imbang," kata Ranieri.

"Kami ingin menang, anak-anak berusaha semaksimal mungkin tapi Palermo bisa mencetak gol dari satu-satunya peluang mereka di babak kedua.

"Bermain dengan sepuluh orang jelas lebih sulit, tapi di babak kedua walaupun kalah jumlah kami bermain lebih baik dari Rosanero, dan kami hanya terhukum lewat serangan balik.

"Laga ini pada umumnya satu arah. Mereka berhasil mencetak gol terlebih dulu lewat permainan yang cukup baik, kemudian mereka bertahan dengan baik."

Juventus kini melorot ke posisi 11 klasemen sementara Serie A dan petinggi-petinggi Juve mungkin saat ini sedang mendiskusikan nasib sang pelatih.


Bryan Tarore

Sunday, October 5, 2008

Buffon: Ayo Dukung Ranieri!

Gigi Buffon berpendapat skuad dan manajemen Juventus kini wajib mensolidkan barisan untuk laga berikutnya dan mengesampingkan masalah internal.

Juventus kini sedang dihantam masalah karena minimnya kesuksesan diraih dalam tiga laga terakhir. Semua itu merupakan imbas dari banyaknya kabar tidak sedap yang beredar di lingkungan internal klub.

Rumor yang ada antara lain bakal segera dipecatnya Claudio Ranieri dari posisi pelatih. Selain itu spekulasi yang beredar di kalangan media adalah sedang terjadi perselisihan di internal Juve antara pemain dengan jajaran staff kepelatihan.

Semua kabar itulah yang membuat Buffon terusik untuk memberikan saran untuk tim. Menurutnya hal seperti tidak sepatutnya menganggu kerja tim secara keseluruhan mengingat tujuan semuanya adalah satu, yaitu memetik kemenangan.

"Kami harus kembali ke jalur kemenangan secepatnya," ungkap Buffon kepada Tuttosport.

"Bisa mendapat poin saat melawan Palermo merupakan hal yang penting, pertama kami butuh kemenangan dan kemudian kami bisa duduk bersama dan berbicara mengenai berbagai masalah yang mempengaruhi performa kami saat ini," tandasnya.


Bryan Tarore

Lippi: Conte Pantas Untuk Juve

Kabar segera didepaknya Claudio Ranieri sampai juga ke telinga Marcelo Lippi. Bila memang terjadi, mantan pelatih Juventus itu menjagokan Antonio Conte sebagai arsitek berikutnya.


Ranieri dikabarkan Tuttosport terancam akan segera kehilangan posisinya. Pertimbangannya, ia dianggap gagal menukangi Juve dengan hasil di tiga laga terakhir Il Bianconeri sebagai acuannya.

Meski belum pasti, banyak pihak yang sudah memunculkan kandidatnya masing-masing. Khusus untuk Lippi, ia menunjuk mantan gelandang Juve Antonio Conte sebagai pengganti Ranieri.

"Dia adalah Juventus man," terangnya kepada Tuttosport.

"Saya sangat berharap ia akan menangani tim karena bisa membawahi klub seperti Juve adalah luar biasa. Ia sempat menjadi kapten di sana dan ia kerap mengibarkan bendera kejayaan Juve di banyak musim kompetisi."

Lippi bukannya tanpa alasan menjagokan Conte sebagai penerus kerja Ranieri. Menurutnya, mantan pemain asuhannya itu memiliki kriteria sebagai pelatih handal.

"Dia adalah salah satu pemain penting ketika saya berada di sana dan kami mencatat kesuksesan bersama. Apa yang sudah dicapainya adalah bentuk kualitasnya dan ia menularkan kepada semua pemainnya. Ia memiliki mental positif di lapangan dan ia memiliki rencana besar sebagai pelatih profesional," promo Lippi.

Bagaimana, Juve?



Bryan Tarore